Tampilkan postingan dengan label Artikel Sponsor. Tampilkan semua postingan

Pelatihan make over yang dilaksanakan oleh Mustika Ratu dalam  ajang School Contest menjadi panutan bagi gadis di Kota Kediri dalam berdandan. Setiap orang yang menyaksikkan pelatihan ini terbuai dengan make up maha karya Mustika Ratu.
Marheni (tengah) menjadi model make over Mustika Ratu
           Kediri- Kegiatan Final Party SC7 tidak hanya diisi dengan event-event perlombaan saja. Tetapi, juga diisi dengan berbagai acara tambahan dan acara dari berbagai sponsor. Salah satunya adalah pelatihan make over bagi remaja dari salah satu pendukung acara School Contest 7 yaitu Mustika Ratu.
Model make over kali ini adalah salah satu siswi dari SMAN 2 Kediri yaitu Marheni. Dengan didampingi satu pemake-up cantik, yaitu Rita dan Teri dari Mustika Ratu. Disini dijelaskan berbagai tips make-up bagian para remaja cewek. Salah satunya adalah make-up yang digunakan agar wajah terlihat putih bersih dan natural.
Selain itu juga dijelaskan berbagai macam alat make-up dan teknik teknikmerias wajah. Tentunya, yang mudah dipraktekkan bagi para remaja saat ini yang selalu ingin tampil modis dan keren setiap harinya. Berpenampilan cantik dan menawan menjadi dambaan bagi seluruh wanita. Mustika Ratu pada hari ini (4/10) memberikan solusi bagaimana menjadi pribadi yang cantik, tentunya indah dipandang serta menarik didalam. (mda)











Salah satu pelatih peserta cabang lomba LIA English Star mengungkapkan kekecewaan kepada murid  yang dilatihnya tentang mekanisme seleksi babak penyisihan. Peserta yang kecewa berharap mekanisme tahun depan bisa dirubah.


          Kediri- Mekanisme dalam perlombaan perlu mendapatkan perhatian yang lebih dari panitia. Pada cabang lomba LIA English Star, salah satu pelatih yang tidak ingin diketahui identitasnya mengungkapkan beberapa hal yang perlu mendapatkan sorotan untuk dirubah. Seperti proses seleksi dengan menggunakan beberapa ruang, hal ini menjadi sebuah masalah apabila peserta hanya seleksi di satu ruang saja, beliau menganggap peserta yang  seleksi tersebut bisa jadi mendapatkan juri yang sulit dalam memberikan nilai, sedangkan diruang lain mendapatkan juri yang mudah dalam memberikan nilai. “Inikan masalah subjektifitas jadi tidak adil jika peserta hanya seleksi disatu ruang saja, seharusnya peserta  merasakan seleksi disemua ruangan dengan juri yang berbeda-beda tersebut,” ujar peatih saah satu peserta   (1/10).
            Dalam acara ini, peserta tersebut berharap tahun depan bisa dirubah mekanismenya yaitu semua delegasi dari sekolah masing-masing yang mengikuti lomba LIA English Star bisa diseleksi di semua ruang lalu hasilnya diakumulasi sehingga nantinya mendapatkan peserta yang layak masuk kebabak final.  Sangat disayangkan jika yang berpenampilan bagus   mendapat juri yang sulit memberikan nilai sehingga  tidak lolos, sedangkan peserta yang tidak terlalu bagus karena mendapatkan juri yang mudah dalam memberikan nilai bisa lolos ke babak final. (mda)
Welcome to My Blog

- Copyright © School Contest VII -School Contest VII- Powered by Blogger - Edited by MATRIX GRAPHIC DESIGN -