Tampilkan postingan dengan label Artikel Sponsor. Tampilkan semua postingan
Mustika Ratu Mencetak Ratu di School Contest
Sabtu, 05 Oktober 2013
Posted by Embah
Tag :
Artikel Sponsor,
Events
Pelatihan make over
yang dilaksanakan oleh Mustika Ratu dalam
ajang School Contest menjadi panutan bagi gadis di Kota Kediri dalam
berdandan. Setiap orang yang menyaksikkan pelatihan ini terbuai dengan make up
maha karya Mustika Ratu.
Marheni (tengah) menjadi model make over Mustika Ratu
Kediri- Kegiatan Final Party SC7 tidak
hanya diisi dengan event-event perlombaan saja. Tetapi, juga diisi dengan
berbagai acara tambahan dan acara dari berbagai sponsor. Salah satunya adalah
pelatihan make over bagi remaja dari salah satu pendukung acara School Contest
7 yaitu Mustika Ratu.
Model
make over kali ini adalah salah satu siswi dari SMAN 2 Kediri yaitu Marheni.
Dengan didampingi satu pemake-up cantik, yaitu Rita dan Teri dari Mustika Ratu.
Disini dijelaskan berbagai tips make-up bagian para remaja cewek. Salah satunya
adalah make-up yang digunakan agar wajah terlihat putih bersih dan natural.
Selain itu juga
dijelaskan berbagai macam alat make-up dan teknik teknikmerias wajah. Tentunya,
yang mudah dipraktekkan bagi para remaja saat ini yang selalu ingin tampil
modis dan keren setiap harinya. Berpenampilan cantik dan menawan menjadi
dambaan bagi seluruh wanita. Mustika Ratu pada hari ini (4/10) memberikan
solusi bagaimana menjadi pribadi yang cantik, tentunya indah dipandang serta
menarik didalam. (mda)
Salah satu
pelatih peserta cabang lomba LIA English Star mengungkapkan kekecewaan kepada
murid yang dilatihnya tentang mekanisme
seleksi babak penyisihan. Peserta yang kecewa berharap mekanisme tahun depan
bisa dirubah.
Kediri-
Mekanisme dalam perlombaan perlu mendapatkan perhatian yang lebih
dari panitia. Pada cabang lomba LIA English Star, salah satu pelatih yang tidak
ingin diketahui identitasnya mengungkapkan beberapa hal yang perlu mendapatkan
sorotan untuk dirubah. Seperti proses seleksi dengan menggunakan beberapa
ruang, hal ini menjadi sebuah masalah apabila peserta hanya seleksi di satu
ruang saja, beliau menganggap peserta yang seleksi tersebut bisa jadi mendapatkan juri
yang sulit dalam memberikan nilai, sedangkan diruang lain mendapatkan juri yang
mudah dalam memberikan nilai. “Inikan masalah subjektifitas jadi tidak adil
jika peserta hanya seleksi disatu ruang saja, seharusnya peserta merasakan seleksi disemua ruangan dengan juri
yang berbeda-beda tersebut,” ujar peatih saah satu peserta (1/10).
Dalam acara ini, peserta tersebut
berharap tahun depan bisa dirubah mekanismenya yaitu semua delegasi dari
sekolah masing-masing yang mengikuti lomba LIA English Star bisa diseleksi di
semua ruang lalu hasilnya diakumulasi sehingga nantinya mendapatkan peserta
yang layak masuk kebabak final. Sangat
disayangkan jika yang berpenampilan bagus
mendapat juri yang sulit memberikan
nilai sehingga tidak lolos, sedangkan
peserta yang tidak terlalu bagus karena mendapatkan juri yang mudah dalam
memberikan nilai bisa lolos ke babak final. (mda)


