Para Peserta Model Gadis Batik 2013
Sabtu, 05 Oktober 2013
Posted by Embah
Tag :
Gadis Batik 2013,
Gallery
Salah satu
pelatih peserta cabang lomba LIA English Star mengungkapkan kekecewaan kepada
murid yang dilatihnya tentang mekanisme
seleksi babak penyisihan. Peserta yang kecewa berharap mekanisme tahun depan
bisa dirubah.
Kediri-
Mekanisme dalam perlombaan perlu mendapatkan perhatian yang lebih
dari panitia. Pada cabang lomba LIA English Star, salah satu pelatih yang tidak
ingin diketahui identitasnya mengungkapkan beberapa hal yang perlu mendapatkan
sorotan untuk dirubah. Seperti proses seleksi dengan menggunakan beberapa
ruang, hal ini menjadi sebuah masalah apabila peserta hanya seleksi di satu
ruang saja, beliau menganggap peserta yang seleksi tersebut bisa jadi mendapatkan juri
yang sulit dalam memberikan nilai, sedangkan diruang lain mendapatkan juri yang
mudah dalam memberikan nilai. “Inikan masalah subjektifitas jadi tidak adil
jika peserta hanya seleksi disatu ruang saja, seharusnya peserta merasakan seleksi disemua ruangan dengan juri
yang berbeda-beda tersebut,” ujar peatih saah satu peserta (1/10).
Dalam acara ini, peserta tersebut
berharap tahun depan bisa dirubah mekanismenya yaitu semua delegasi dari
sekolah masing-masing yang mengikuti lomba LIA English Star bisa diseleksi di
semua ruang lalu hasilnya diakumulasi sehingga nantinya mendapatkan peserta
yang layak masuk kebabak final. Sangat
disayangkan jika yang berpenampilan bagus
mendapat juri yang sulit memberikan
nilai sehingga tidak lolos, sedangkan
peserta yang tidak terlalu bagus karena mendapatkan juri yang mudah dalam
memberikan nilai bisa lolos ke babak final. (mda)Fashion Show Batik Anak, Kecil-kecil Cabe Rawit
Posted by Embah
Tag :
Events,
Fashion Show Batik Anak
Bukan hanya remaja yang dipersiapkan oleh School Contest untuk menunjukkan imajinasinya namun juga cabe rawit di siapkan terjun menjadi pedas dalam bermodel. Panggung Insumo kalah pamor dengan anak kecil yang berlenggak lenggok diatasnya.
Kediri- Lomba pertama yang diadakan pada Final Party SC7 yaitu fashion show batik anak yang dilaksanakan pada Jumat malam (4/10). Fashion show ini diikuti oleh siswa SD, TK, bahkan siswa Playgroup pun ikut serta dalam lomba ini. Walau masih kecil, mereka sudah dapat bergaya dengan professional layaknya model ternama. Lomba ini menekan kan pada kriteria Penampilan (termasuk keberanian), keindahan Busana, serta ekspresi.
Antusiasme peserta dalam menyaksikan acara ini pun
sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan kewalahannya para panitia untuk
menertibkan para fotografer yang menutupi pandangan para juri yang jumlahnya
tak bisa dikatakan sedikit.
Setelah melalui persaingan yang ketat, para juri telah memutuskan 5 peserta yang lolos ke finalis fashion show batik anak yang akan diadakan pada hari Minggu, 6 Oktober 2013. Para peserta tersebut diantaranya, Najwa Deswina (10), Gracika Afika S. (4), Dya Amila Rizki H.(03), Agatha (09), Natasya Revalina Santoso (08). “ Luar biasa penampilan peserta Fashion Show batik anak,” ujar salah satu penonton saat diwawancarai Jumat malam (4/10). (mda)
1. Najwa Deswina (10)
2.
Gracika Afika S. (4)
3.
Dya Amila Rizki H.(03)
4.
Agatha (09)
5.
Natasya Revalina Santoso (08)
Suara penonton yang menggema di Insumo
Convention Hall, disertai suara merdu dari tim paduan suara dari berbagai asal
sekolah membelah perhatian pengunjung. Suara dan ciri khas setiap sekolah terlukiskan
dalam penampilan paduan suara.
Bahkan, penampilan para peserta dapat mengubah atmosfer Final Party. Yang tadinya para penonton sibuk dengan urusan masing masing dan membuat kegaduhan menjadi diam terpaku serta mendengarkan alunan lagu yang dibawakan oleh tim tim paduan suara dari berbagai sekolah. Terdapat beberapa penampilan yang ditunggu oleh penonton. “ Saya menunggu SMAN 1 Kediri dan SMAK Petra tampil.” kata siswa dari salah satu Sekolah Menengah saat diwawancarai (4/10).
Paduan suara yang
ditunggu oleh masyarakat Kota Kediri ini pertama diselenggarakan oleh pihak
panitia School Contest. Sebelumnya dibidang musik, panitia menyelenggarakan
lomba group band. Tidak kalah menarik dengan tahun sebelumnya, paduan suara
menjadi salah satu pioner yang menjadi penghidup acara dalam terselenggaranya
kompetisi perang bernyanyi antar
sekolah.(mda)
Kediri-
Tampil pada malam hari tidak membuat semangat juang para peserta kompetisi
paduan suara luntur. Dalam Final Party SC7, para peserta paduan suara tampil
atraktif dan mengesankan. Ditambah juga dengan banyaknya penonton yang hadir di
IKCC pada malam hari. Tidak kalah penting semua peserta menunjukkan ciri khas
dalam bernyayi. “ Penampilan dari seluruh tim paduan suara benar-benar luar
biasa,” kata salah satu penonton saat ditemui Jumat malam (4/10).
Bahkan, penampilan para peserta dapat mengubah atmosfer Final Party. Yang tadinya para penonton sibuk dengan urusan masing masing dan membuat kegaduhan menjadi diam terpaku serta mendengarkan alunan lagu yang dibawakan oleh tim tim paduan suara dari berbagai sekolah. Terdapat beberapa penampilan yang ditunggu oleh penonton. “ Saya menunggu SMAN 1 Kediri dan SMAK Petra tampil.” kata siswa dari salah satu Sekolah Menengah saat diwawancarai (4/10).



